Thursday, 17 September 2026
Portal Banyumas
AGENDA UTAMA

Festival Kentongan Banyumas 2026

Sabtu Ini di Alun-Alun Purwokerto | 19.30 WIB

Cek
Ekonomi & Bisnis

Kebutuhan Pokok Fluktuatif, Ketahanan Pangan Banyumas Diuji

portalbanyumas 16 September 2026, 08:49 WIB 643 Kali Dibaca

PURWOKERTO, PORTALBANYUMAS — Memasuki pertengahan September 2026, ketahanan ekonomi warga Kabupaten Banyumas kembali diuji oleh fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kian memberatkan.

Berdasarkan pantauan data Sistem Informasi Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat (Sigaokmas) Kabupaten Banyumas periode 9-15 September 2026, denyut pasar tradisional menunjukkan pergerakan yang anomali.

Komoditas penyumbang kalori dan protein utama terpantau merangkak naik, perlahan namun pasti mengimpit daya beli masyarakat menengah ke bawah di tengah tantangan ekonomi riil di akar rumput.
Laju kenaikan paling meresahkan terekam pada pergerakan harga beras non-subsidi dan telur ayam ras. Beras jenis IR 64 Super terus mendaki hingga nyaris menyentuh psikologis Rp 16.000 per kilogram, beriringan dengan harga telur ayam yang melonjak tajam ke level Rp 26.250 per kilogram menjelang pertengahan bulan.

Di tengah himpitan tersebut, Beras Medium Bulog (SPHP) yang harganya terjangkar stabil di angka Rp 12.250 per kilogram tampil sebagai oase sekaligus jaring pengaman sosial yang krusial bagi “wong cilik”. Sementara itu, komoditas minyak goreng curah justru bergerak bak rollercoaster dengan volatilitas tinggi, sempat anjlok dan meroket drastis hanya dalam hitungan hari sebelum bertengger di harga Rp 19.350 per liter.

Menariknya, di saat sumber karbohidrat dan protein hewani menunjukkan taringnya, kelompok bumbu dapur justru menghadirkan narasi yang lebih menenangkan. Cabai rawit merah yang kerap menjadi biang keladi inflasi daerah, perlahan susut dari kisaran Rp 64.000 menjadi Rp 63.000 per kilogram. Penurunan tipis juga terjadi pada bawang merah yang melandai ke angka Rp 30.000 per kilogram, bersanding dengan harga daging ayam ras yang membeku stabil di kisaran Rp 41.000.

Silang-sengkarut harga pangan ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah bahwa intervensi pasar yang presisi, khususnya untuk meredam gejolak beras premium dan telur, sangat mendesak dilakukan agar napas dapur warga Banyumas tidak kian tersengal.

Bagikan:

Komentar Warga (0)

Tulis Komentar Lur

Your email address will not be published. Required fields are marked *